Bogor, Babebogor.com – Api kebakaran TPA Galuga memang tak lagi terlihat secara kasatmata. Namun, Bupati Bogor Rudy Susmanto tidak ingin penanganan berhenti hanya karena permukaan terlihat aman.
Memasuki pukul 24.00 WIB, Minggu (13/9/2026), Bupati Bogor bersama jajaran Pemkab Bogor menerbangkan drone thermal untuk melacak titik-titik panas tersembunyi di bawah timbunan sampah.
Teknologi tersebut mampu membaca panas yang masih tersimpan di bawah permukaan, meski secara visual yang terlihat hanya asap. Dari pantauan udara, petugas dapat mengetahui sebaran panas sekaligus menentukan titik yang harus kembali disiram dan didinginkan.
“Kita tidak melakukan penyiraman hanya berdasarkan apa yang terlihat oleh mata. Secara visual api sudah tidak ada, yang terlihat hanya asap. Tetapi dengan drone thermal ini, panas di bawah timbunan masih bisa kita baca dan sebarannya bisa kita lihat,” ujar Rudy saat memantau penanganan TPA Galuga, Minggu malam.
Rudy Susmanto menegaskan, penggunaan teknologi menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemadaman tidak sekadar menghilangkan api di permukaan, tetapi juga mengendalikan sumber panas yang berpotensi memunculkan kembali api. Drone thermal tersebut merupakan fasilitas Command Center 112 Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Jadi kita tidak bekerja berdasarkan perkiraan. Teknologi ini membantu kita melihat kondisi yang tidak bisa dilihat oleh mata, sehingga intervensi bisa lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Memasuki hari kedelapan penanganan, perkembangan kebakaran menunjukkan tren positif. Luasan area terbakar yang pada hari pertama sekitar 1,7 hektare, kemudian berkembang menjadi 5 hektare dan mencapai sekitar 8 hektare pada hari kedua, kini area yang masih harus diintervensi tersisa sekitar 0,6 hektare di wilayah yang masuk Kota Bogor.
“Alhamdulillah, sebentar lagi kita masuk penanganan hari kedelapan. Sekarang yang harus kita intervensi tinggal sekitar 0,6 hektare di wilayah Kota Bogor,” katanya.
Rudy Susmanto mengapresiasi seluruh petugas yang selama tujuh hari bekerja tanpa henti selama 24 jam, mulai dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga unsur lainnya yang terlibat dalam penanganan.
“Terima kasih kepada rekan-rekan yang terus berupaya memadamkan dan mendinginkan api setiap hari, 24 jam. Kita terus ikhtiar sampai seluruh titik panas benar-benar terkendali,” ucapnya.
Ia menambahkan, TPA Galuga merupakan tempat pembuangan sampah masyarakat Kabupaten Bogor maupun Kota Bogor. Karena itu, penanganan kebakaran tidak mengenal batas wilayah administratif, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.
“Ini TPA Galuga, sampah masyarakat Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Karena itu, penanganannya juga harus kita lakukan bersama. Target kita jelas, api padam, titik panas terkendali, dan kondisi benar-benar aman,” pungkas Rudy.





