BABEBOGOR.COM – Hai Warga Kabupaten Bogor, kalian sudah tahu belum apa itu DSA (Digital Subtraction Angiography)?
Teknologi ini disebut sebagai kunci penyelamat pasien stroke, namun masih banyak masyarakat yang belum mengenalnya.
Untuk mengedukasi warga, kami berbincang langsung dengan dr. Harris Murdianto, Sp.N, Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di RSUD Bakti Pajajaran (sebelumnya dikenal sebagai RSUD Cibinong).
Berikut rangkuman wawancaranya:
Apa itu DSA?
“DSA atau Digital Subtraction Angiography adalah foto rontgen khusus untuk melihat pembuluh darah di otak secara super jelas,” jelas dr. Harris.
Berbeda dengan CT Scan atau MRI biasa, DSA bekerja dengan memasukkan selang kecil melalui pembuluh darah di paha atau tangan, lalu disuntikkan cairan kontras. Komputer kemudian akan menghilangkan gambar tulang dan jaringan, sehingga yang terlihat hanya pembuluh darahnya saja secara live dan detail.
Penyakit Apa Saja yang Bisa Dideteksi Akurat dengan DSA?
Menurut dr. Harris, ada 5 penyakit utama pembuluh darah otak yang paling akurat terdeteksi dengan DSA:
1. Stroke Sumbatan (Iskemik)
DSA bisa melihat persis di mana titik sumbatan, seberapa panjang, dan apakah masih bisa diselamatkan. Ini menjadi penentu tindakan trombektomi atau sedot gumpalan darah.
2. Aneurisma Otak (Benjolan Pembuluh Darah)
Benjolan yang bisa pecah kapan saja dan menyebabkan stroke perdarahan. Aneurisma di bawah 3mm sering tidak terlihat di CT/MRI, tapi terlihat jelas di DSA.
3. AVM (Arteriovenous Malformation)
Kelainan bawaan di mana pembuluh arteri dan vena terhubung langsung tanpa kapiler. Bentuknya seperti sarang cacing. Hanya DSA yang bisa memetakan sarangnya secara lengkap.
4. Fistula Dural (DAVF)
Kebocoran antara arteri dan vena di selaput otak. Gejalanya sering hanya telinga berdenging atau mata merah, yang di CT sering dianggap normal.
5. Penyempitan / Aterosklerosis
Penumpukan lemak yang membuat pembuluh otak menyempit. DSA bisa mengukur persis sisa lubang pembuluh, apakah 70%, 80%, atau 90% untuk menentukan perlu pasang ring atau tidak.
Kapan Seseorang Harus Menjalani DSA?
Seseorang perlu dipertimbangkan DSA pada dua kondisi:
A. Sudah Kena Stroke / Gejala Stroke Akut
Waspadai dengan FAST: Wajah mencong sebelah, tangan/kaki lemas sebelah mendadak, dan bicara pelo tidak nyambung.
B. Punya Gejala Pembuluh Darah Bermasalah (Tapi Belum Stroke)
Ini yang sering diabaikan masyarakat:
1. Sakit kepala hebat mendadak seperti disambar petir, paling sakit seumur hidup.
2. Sakit kepala berulang disertai pandangan kabur/ganda atau kelopak mata turun sebelah.
3. Telinga berdenging terus yang seirama dengan detak jantung.
4. Kejang yang baru muncul di usia dewasa tanpa riwayat epilepsi.
5. Pusing berputar dan kesemutan yang hilang-timbul (gejala stroke mini/TIA).
6. Riwayat keluarga aneurisma atau ada 2 anggota keluarga kena stroke perdarahan.
“Untuk usia muda 30-40 tahun yang sekarang banyak kena stroke, hati-hati kalau punya hipertensi tidak terkontrol, merokok, kolesterol tinggi, kurang tidur plus sakit kepala aneh. Itu lampu kuning untuk cek pembuluh darah,” tegasnya.






