Hai Wargi! Ada yang Tau Belum Apa Itu DSA untuk Deteksi dan Obati Stroke, Ini Dia Penjelasan dr. Harris Murdianto, Sp. N di RSUD Bakti Pajajaran

- Pewarta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Harris Murdianto, Sp.N, Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di RSUD Bakti Pajajaran. (Dok. Pribadi)

dr. Harris Murdianto, Sp.N, Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di RSUD Bakti Pajajaran. (Dok. Pribadi)

BABEBOGOR.COM – Hai Warga Kabupaten Bogor, kalian sudah tahu belum apa itu DSA (Digital Subtraction Angiography)?

Teknologi ini disebut sebagai kunci penyelamat pasien stroke, namun masih banyak masyarakat yang belum mengenalnya.

Untuk mengedukasi warga, kami berbincang langsung dengan dr. Harris Murdianto, Sp.N, Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di RSUD Bakti Pajajaran (sebelumnya dikenal sebagai RSUD Cibinong).

Berikut rangkuman wawancaranya:

Apa itu DSA?

“DSA atau Digital Subtraction Angiography adalah foto rontgen khusus untuk melihat pembuluh darah di otak secara super jelas,” jelas dr. Harris.

Berbeda dengan CT Scan atau MRI biasa, DSA bekerja dengan memasukkan selang kecil melalui pembuluh darah di paha atau tangan, lalu disuntikkan cairan kontras. Komputer kemudian akan menghilangkan gambar tulang dan jaringan, sehingga yang terlihat hanya pembuluh darahnya saja secara live dan detail.

Penyakit Apa Saja yang Bisa Dideteksi Akurat dengan DSA?

Menurut dr. Harris, ada 5 penyakit utama pembuluh darah otak yang paling akurat terdeteksi dengan DSA:

1. Stroke Sumbatan (Iskemik)
DSA bisa melihat persis di mana titik sumbatan, seberapa panjang, dan apakah masih bisa diselamatkan. Ini menjadi penentu tindakan trombektomi atau sedot gumpalan darah.

2. Aneurisma Otak (Benjolan Pembuluh Darah)
Benjolan yang bisa pecah kapan saja dan menyebabkan stroke perdarahan. Aneurisma di bawah 3mm sering tidak terlihat di CT/MRI, tapi terlihat jelas di DSA.

3. AVM (Arteriovenous Malformation)
Kelainan bawaan di mana pembuluh arteri dan vena terhubung langsung tanpa kapiler. Bentuknya seperti sarang cacing. Hanya DSA yang bisa memetakan sarangnya secara lengkap.

4. Fistula Dural (DAVF)
Kebocoran antara arteri dan vena di selaput otak. Gejalanya sering hanya telinga berdenging atau mata merah, yang di CT sering dianggap normal.

Baca Juga :  Perkuat Satgas MBG Dan TBC, Bupati Bogor Dukung Optimalisasi Program Makanan Bergizi Gratis dan Percepatan Penuntasan TBC

5. Penyempitan / Aterosklerosis
Penumpukan lemak yang membuat pembuluh otak menyempit. DSA bisa mengukur persis sisa lubang pembuluh, apakah 70%, 80%, atau 90% untuk menentukan perlu pasang ring atau tidak.

Kapan Seseorang Harus Menjalani DSA?

Seseorang perlu dipertimbangkan DSA pada dua kondisi:

A. Sudah Kena Stroke / Gejala Stroke Akut
Waspadai dengan FAST: Wajah mencong sebelah, tangan/kaki lemas sebelah mendadak, dan bicara pelo tidak nyambung.

B. Punya Gejala Pembuluh Darah Bermasalah (Tapi Belum Stroke)
Ini yang sering diabaikan masyarakat:
1. Sakit kepala hebat mendadak seperti disambar petir, paling sakit seumur hidup.
2. Sakit kepala berulang disertai pandangan kabur/ganda atau kelopak mata turun sebelah.
3. Telinga berdenging terus yang seirama dengan detak jantung.
4. Kejang yang baru muncul di usia dewasa tanpa riwayat epilepsi.
5. Pusing berputar dan kesemutan yang hilang-timbul (gejala stroke mini/TIA).
6. Riwayat keluarga aneurisma atau ada 2 anggota keluarga kena stroke perdarahan.

“Untuk usia muda 30-40 tahun yang sekarang banyak kena stroke, hati-hati kalau punya hipertensi tidak terkontrol, merokok, kolesterol tinggi, kurang tidur plus sakit kepala aneh. Itu lampu kuning untuk cek pembuluh darah,” tegasnya.

Berita Terkait

Program IJD Presiden Prabowo Hadirkan Akses Jalan Lebih Baik bagi Masyarakat Kabupaten Bogor
Bangun Budaya Jujur dan Berintegritas, Pemkab Bogor Sasar Masyarakat Cisarua Lewat Roadshow Antikorupsi
Eva Rudy Susmanto Ajak Kader PKK Perkuat Soliditas dan Kolaborasi Untuk Masyarakat Kabupaten Bogor
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Bawa Perubahan Nyata bagi Kabupaten Bogor
Tak Hanya Penuhi Gizi Anak, Rudy Susmanto Sebut MBG Gerakan Ekonomi Masyarakat
Bantuan Papan Interaktif Digital, Presiden Prabowo Dorong Transformasi Pembelajaran di Kabupaten Bogor
Revitalisasi Sekolah, Bukti Nyata Perhatian Presiden Prabowo Untuk Pendidikan Kabupaten Bogor
Dapat Becak Listrik, Tukang Becak Suwondo Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Hai Wargi! Ada yang Tau Belum Apa Itu DSA untuk Deteksi dan Obati Stroke, Ini Dia Penjelasan dr. Harris Murdianto, Sp. N di RSUD Bakti Pajajaran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Program IJD Presiden Prabowo Hadirkan Akses Jalan Lebih Baik bagi Masyarakat Kabupaten Bogor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Bangun Budaya Jujur dan Berintegritas, Pemkab Bogor Sasar Masyarakat Cisarua Lewat Roadshow Antikorupsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Eva Rudy Susmanto Ajak Kader PKK Perkuat Soliditas dan Kolaborasi Untuk Masyarakat Kabupaten Bogor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Bawa Perubahan Nyata bagi Kabupaten Bogor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Bantuan Papan Interaktif Digital, Presiden Prabowo Dorong Transformasi Pembelajaran di Kabupaten Bogor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Revitalisasi Sekolah, Bukti Nyata Perhatian Presiden Prabowo Untuk Pendidikan Kabupaten Bogor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Dapat Becak Listrik, Tukang Becak Suwondo Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo

Berita Terbaru