DPRD Kabupaten Sukabumi Sahkan Perda Tentang Pelestarian Pengetahuan Tradisional dalam Perlindungan Kawasan Sumber Air, Ini Tujuannya

- Pewarta

Kamis, 13 November 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, BABEBOGOR.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi secara resmi menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pelestarian Pengetahuan Tradisional dalam Perlindungan Kawasan Sumber Air, atau yang dikenal sebagai Perda Patanjala, Rabu (12/11/25).

Pengesahan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi-misi Kabupaten Sukabumi, yaitu Sukabumi Mubarokah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah).

Dalam laporannya, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Sukabumi, Bayu Permana, menyampaikan terdapat tiga alasan utama mengapa Perda Patanjala menjadi prioritas untuk segera diimplementasikan.

Pertama, terkait target pencapaian visi-misi Bupati dan keseimbangan lingkungan.

Perda ini dinilai sebagai instrumen kunci untuk mencapai dua indikator penting dalam visi-misi Bupati, yaitu Indeks Pemajuan Kebudayaan dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup. Penekanan diletakkan pada hubungan simbiosis antara budaya dan lingkungan, di mana budaya lahir dari interaksi dengan alam sekitarnya.

“Mustahil mewujudkan masyarakat yang Mubarokah jika urusan kebudayaan dan lingkungan hidup diabaikan,” ujar Bayu dalam keterangan tertulis yang diterima awak media.

Dukungan terwujudnya Perta Patanjala juga datang dari sisi keagamaan.

Ia menyebutkan, hasil Bahtsul Masail PCNU Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa hukum menjaga lingkungan atau hifdzul bi’ah adalah wajib.

Bayu melanjutkan, alasan kedua yang membuat Perda Patanjala menjadi prioritas untuk diimplementasikan adalah terkait fondasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan mitigasi bencana.

Data RPJMD menunjukkan bahwa luas kawasan lindung di Sukabumi hanya 12%, dengan kawasan perlindungan setempat 0,8%.

Ketimpangan ini dinilai tidak lagi mampu menopang kawasan budidaya yang mencapai 88%. Ketidakseimbangan ini diperkirakan berkontribusi pada tingginya angka bencana.

Data BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sepanjang 2024 telah terjadi 1.488 bencana, didominasi longsor, banjir, dan pergeseran tanah. Perda Patanjala bertujuan memperluas kawasan perlindungan setempat dari hulu hingga hilir dengan pendekatan pengetahuan tradisional.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-6, Wuling Jakarta Raya bersama Lions Club Indonesia DISTRIK 307 Gelar Baksos

Terakhir, alasan yang menjadikan perda ini prioritas adalah menjawab arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan mengembalikan tata ruang berbasis budaya. Arahan Gubernur Dedi Mulyadi untuk menata ruang dan lingkungan hidup berdasarkan nilai-nilai budaya Sunda menjadi pijakan ketiga.

Untuk diketahui, konsep Patanjala diambil dari naskah Amanat Galunggung abad ke-13. Konsep ini merujuk pada filosofi Sungai, yang mengandung tiga nilai utama:

Ongkwah-ongkwah: Konsentrasi dan kesungguhan, seperti sungai yang menjaga kodratnya mengalir dari hulu ke hilir.

Kagelisan: Keindahan tata ruang, yang melahirkan kawasan hutan dengan fungsi spesifik seperti larangan, tutupan, dan baladahan.

Tapa: Landasan etis dan norma hukum, yang kini diwujudkan dengan menjadikan Patanjala sebagai regulasi daerah.

Dengan disahkannya Perda ini, diharapkan Bupati Sukabumi dapat segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai petunjuk pelaksanaan pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar kolektif mewujudkan Sukabumi yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja.

Berita Terkait

PT ANTAM Tbk UBPE Pongkor Resmi Berangkatkan 3 Putra Daerah Bogor Penerima Beasiswa Vokasi D-1 AKIPBA
Advokat Andi Tatang Supriyadi Berbicara : Pendapat Hukum Tentang Kedudukan Hukum dan Pembagian Harta Peninggalan dalam Keluarga Beda Agama
Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Gunung Krakatau, PFI, IJTI Hingga PWI Kabupaten Bogor Gelar Do’a Bersama
Zimam: Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Berjalan Normal, Silakan Urus Administrasi Pertanahan
Kemenag Kabupaten Bogor Selenggarakan FGD Tingkat Madrasah, Dorong Sinergi Pemangku Kepentingan Menuju Generasi Emas
Dikonfirmasi PPWI Kabupaten Bogor, Kapuspenkum Kejagung RI Benarkan Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Jalani Pemeriksaan
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Lapas Nusakambangan
Jadi Tempat Edukasi Wisata, Rest Domba Tubing Karadenan Dipadati Warga 

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:15 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Transformasi Besar Menuju Literasi dan Arsip Digital Kabupaten Bogor pada 2027

Senin, 2 November 2026 - 12:18 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Transformasi Besar Menuju Literasi dan Arsip Digital Kabupaten Bogor pada 2027

Senin, 2 November 2026 - 11:04 WIB

Diberangkatkan Umrah Gratis, Para Jemaah Ungkapkan Rasa Syukur dan Terimakasih kepada Bupati Bogor

Senin, 2 November 2026 - 10:38 WIB

Apresiasi Pengabdian, Bupati Bogor Rudy Susmanto Lepas Jemaah Umrah Gratis Menuju Tanah Suci

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Program Bedah Rumah di Babakan Madang Masuki Tahap Tender, Pembangunan Ditargetkan Mulai Pertengahan November

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Matangkan Persiapan, Tim Para Sepeda NPCI Kabupaten Bogor Siap Berlaga di PEPARDA Jabar 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Pemkab Bogor Beri Penghargaan Bagi Atlet Berprestasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Momentum Sumpah Pemuda, Kobarkan Semangat Juang Para Atlet Bangkitkan Kejayaan Olahraga Kabupaten Bogor

Berita Terbaru