Pemkab Bogor Kembangkan Kedelai untuk Perkuat Produksi Pangan dan Ekonomi Petani

- Pewarta

Kamis, 3 September 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babebogor.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Distanhorbun Kabupaten Bogor sinergi dengan pemerintah pusat, TNI, petani, dan sejumlah pemangku kepentingan mengembangkan budidaya kedelai melalui Gerakan Tanam Kedelai Kabupaten Bogor Tahun 2026 di lahan TNI AL, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, Kamis (3/9/2026).

Gerakan tanam kedelai tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan produksi kedelai di Kabupaten Bogor sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia.

Pengembangan komoditas ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketersediaan pangan dan meningkatkan nilai ekonomi usaha tani.

Mewakili Bupati Bogor, Kadistanhorbun Kabupaten Bogor Entis Sutisna mengatakan, pengembangan kedelai perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan, tidak berhenti pada kegiatan tanam, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan hingga masa panen dan pemasaran hasil produksi.

“Gerakan ini bukan sekadar menanam kedelai. Kita ingin membangun model budidaya yang bisa dikembangkan, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” katanya.

Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki potensi lahan dan sumber daya manusia pertanian yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan produksi kedelai.

Karena itu, kegiatan yang dilaksanakan di Cariu menjadi bagian dari pilot project untuk melihat sekaligus menguji pengembangan budidaya kedelai yang sesuai dengan kondisi wilayah Kabupaten Bogor.

“Kalau hasilnya baik, model ini harus kita kembangkan di wilayah lain yang memiliki potensi. Jangan hanya berhenti di satu lokasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan produksi pangan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, penyuluh, kelompok tani, dunia usaha, hingga masyarakat harus memiliki peran yang saling menguatkan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi agar dari sisi produksi, teknologi budidaya, sarana pertanian, sampai pemasaran hasil panen semuanya bisa berjalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Akan Berlakukan Uji Coba Car Free Day Tegar Beriman Pada Hari Minggu Esok

Selain mendorong peningkatan produksi, Pemkab Bogor memastikan pengembangan pertanian dilakukan dengan pendekatan dari hulu hingga hilir.

Dukungan tersebut antara lain melalui penyediaan benih, pupuk dan pestisida, alat dan mesin pertanian, serta penguatan infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi usaha tani, dam parit, jalan usaha tani, dan sarana penampungan hasil.

Menurutnya dukungan tersebut penting agar petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik.

“Pembangunan pertanian tidak cukup hanya dengan menanam. Setelah panen, kita juga harus memikirkan bagaimana hasilnya terserap pasar dan memberikan nilai tambah bagi petani,” katanya.

Ia berharap pengembangan kedelai di Kabupaten Bogor dapat menjadi salah satu alternatif komoditas yang memberikan keuntungan bagi petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan.

“Target akhirnya adalah petani sejahtera, lahan produktif, produksi meningkat, dan kebutuhan pangan masyarakat semakin kuat,” tukasnya.

Gerakan Tanam Kedelai Kabupaten Bogor Tahun 2026 melibatkan unsur Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi, TNI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Bogor, penyuluh pertanian, perusahaan, kelompok tani, serta pemangku kepentingan terkait.

Pemkab Bogor menilai pengembangan kedelai memiliki peluang untuk terus diperluas dengan dukungan teknologi, pendampingan petani, ketersediaan sarana produksi, serta kepastian pemasaran. Dengan pendekatan tersebut, gerakan tanam di Cariu diharapkan tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi menjadi awal pengembangan ekosistem kedelai yang berkelanjutan di Kabupaten Bogor.

Berita Terkait

Produk Olahan Perikanan Kabupaten Bogor Tembus Pasar Jepang
Pemkab Bogor Perkuat Kompetensi APIP, Dorong Pengawasan Pengadaan Berbasis e-Audit
Cegah Banjir, Pemkab Bogor Gaspol Benahi Drainase di Sejumlah Wilayah
Perkuat Ketahanan Pangan, Satgas Korem 061/SK Kebut Produktivitas Lahan Bomang
Layanan Publik Hadir di CFD Tegar Beriman, Ribuan Warga Manfaatkan Jemput Bola Pemkab Bogor
Atasi Kekeringan Pemkab Bogor Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Jonggol
Kabar Baik, Kondisi Bupati Bogor Rudy Susmanto Stabil Usai Jalani Kateterisasi Jantung
Pemkab Bogor Dorong Karang Taruna Jadi Pelopor Literasi Digital

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:47 WIB

Produk Olahan Perikanan Kabupaten Bogor Tembus Pasar Jepang

Sabtu, 5 September 2026 - 21:47 WIB

Pemkab Bogor Perkuat Kompetensi APIP, Dorong Pengawasan Pengadaan Berbasis e-Audit

Sabtu, 5 September 2026 - 21:46 WIB

Cegah Banjir, Pemkab Bogor Gaspol Benahi Drainase di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 5 September 2026 - 21:31 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Satgas Korem 061/SK Kebut Produktivitas Lahan Bomang

Sabtu, 5 September 2026 - 19:10 WIB

Layanan Publik Hadir di CFD Tegar Beriman, Ribuan Warga Manfaatkan Jemput Bola Pemkab Bogor

Jumat, 4 September 2026 - 08:41 WIB

Kabar Baik, Kondisi Bupati Bogor Rudy Susmanto Stabil Usai Jalani Kateterisasi Jantung

Kamis, 3 September 2026 - 19:20 WIB

Pemkab Bogor Dorong Karang Taruna Jadi Pelopor Literasi Digital

Kamis, 3 September 2026 - 18:53 WIB

Jumat Besok, 7 Relawan Pemkab Bogor Terbang ke NTT Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Berita Terbaru

Berita Bogor

Produk Olahan Perikanan Kabupaten Bogor Tembus Pasar Jepang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:47 WIB