Pemkab Bogor Ajak Seluruh Pihak Perkuat Layanan HIV Demi Capai Target Ending AIDS 2030

- Pewarta

Kamis, 4 Desember 2025 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Babebogor.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan menyampaikan komitmen kuat dalam memperkuat penanggulangan HIV/AIDS dengan melibatkan dunia usaha, komunitas, akademisi, hingga masyarakat umum. Hal ini demi mencapai target Ending AIDS 2030.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty pada Peringatan Hari AIDS Sedunia tingkat Kabupaten Bogor tahun 2025, di Babakan Madang, Rabu (3/12). Acara dihadiri jajaran Pemkab Bogor, perwakilan Forkopimda, lembaga swadaya masyarakat, organisasi pemuda, dan organisasi wanita.

Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Fusia Meidiawaty yang menyampaikan salam khusus dari Bupati Kabupaten Bogor yang tidak dapat hadir karena agenda yang berlangsung secara simultan. Hari AIDS sedunia bukanlah sebuah perayaan, melainkan momen penting untuk mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada terhadap HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

“Tema nasional tahun ini, bersama hadapi perubahan, jaga keberlanjutan layanan HIV, merupakan ajakan kuat untuk mempercepat transformasi layanan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mencapai target Ending AIDS 2030,” ungkap Fusia.

Menurutnya, upaya mengakhiri epidemi AIDS tidak bisa dibebankan pada Dinas Kesehatan saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, hingga masyarakat umum. Ia juga memaparkan kompleksitas tantangan penanggulangan HIV di Kabupaten Bogor yang kini memiliki populasi lebih dari 6,3 juta jiwa, terbesar di Indonesia.

“Dengan wilayah yang sangat luas serta karakter masyarakat yang beragam, risiko penularan HIV menjadi isu strategis yang harus dikelola dengan sangat serius dan terencana,” ujarnya.

Fusia menjelaskan bahwa pola penularan HIV secara epidemiologis telah mengalami pergeseran. Penularan kini tidak hanya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, tetapi juga pada ibu rumah tangga dan anak-anak. Hal ini membuat upaya deteksi dini harus diperluas hingga ke kelompok-kelompok yang selama ini tidak pernah terpikirkan dapat terdampak.

Baca Juga :  Ketua DPRD Minta  Pemkab Bogor Beri Bonus Lebih Besar Peraih Medali PON dan Peparnas

“Masih banyak ODHIV yang belum terdiagnosis, sebagian karena tidak mengetahui informasi atau tidak memahami gejala awal. Tugas kita bersama untuk memastikan edukasi dan akses pemeriksaan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” jelas Fusia.

Selain itu, ia menyoroti adanya ODHIV yang putus berobat atau tidak teratur dalam mengkonsumsi ARV. Untuk itu, ia menyampaikan beberapa instruksi penting, khususnya kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Menjamin ketersediaan layanan tes HIV, konseling, serta pengobatan ARV secara terus-menerus, mudah diakses, setara, dan tanpa diskriminasi. Memberikan pelayanan yang ramah, penuh empati, dan menghargai, sehingga masyarakat merasa aman dan tidak takut untuk datang ke pelayanan kesehatan.

“Mengintegrasikan layanan HIV dengan program TB, IMS, kesehatan reproduksi, dan layanan ibu hamil, serta memperkuat jejaring rujukan lintas sektor. Menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV, karena HIV bukan penyakit yang menular melalui kontak biasa,” katanya.

Fusia menegaskan bahwa stigma merupakan tantangan terbesar dalam penanggulangan HIV, sehingga seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat harus memiliki perspektif yang benar, adil, dan manusiawi. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Peringatan Hari AIDS Sedunia sebagai momentum aksi, bukan sekadar seremoni.

“Mari kita bersama hadapi perubahan, jaga keberlanjutan layanan HIV, dan wujudkan Kabupaten Bogor yang bebas dari stigma, diskriminasi, serta infeksi baru menuju Ending AIDS 2030,” pungkas Fusia.*

Berita Terkait

Jadi Tempat Edukasi Wisata, Rest Domba Tubing Karadenan Dipadati Warga 
SPMB 2026 RAMAH untuk Semua, Disdik Kabupaten Bogor Buka Helpdesk hingga Masa Pendaftaran Berakhir
Pemkab Bogor Perkuat Sinergi dengan Forum Pondok Pesantren dan DKM se-Bogor Raya untuk Melindungi Generasi Muda
Rudy Susmanto Raih Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 Kategori Pengembangan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah Terbaik
Pemkab Bogor Sukses Gelar Riungan Gede Jasinga dan Pagelaran Wayang Golek 4 Dalang
Rudy Susmanto Serahkan Hibah Lahan kepada Paspampres Untuk Pembangunan Rumah Susun
Rudy Susmanto Pertahankan Predikat WTP Untuk Pemkab Bogor
Turnamen Biliar Bupati Cup 2026 Perkuat Solidaritas dan Sportivitas Pegawai Pemkab Bogor

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:44 WIB

Jadi Tempat Edukasi Wisata, Rest Domba Tubing Karadenan Dipadati Warga 

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:04 WIB

SPMB 2026 RAMAH untuk Semua, Disdik Kabupaten Bogor Buka Helpdesk hingga Masa Pendaftaran Berakhir

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:33 WIB

Pemkab Bogor Perkuat Sinergi dengan Forum Pondok Pesantren dan DKM se-Bogor Raya untuk Melindungi Generasi Muda

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:28 WIB

Rudy Susmanto Raih Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 Kategori Pengembangan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah Terbaik

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:36 WIB

Pemkab Bogor Sukses Gelar Riungan Gede Jasinga dan Pagelaran Wayang Golek 4 Dalang

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:08 WIB

Rudy Susmanto Pertahankan Predikat WTP Untuk Pemkab Bogor

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:30 WIB

Turnamen Biliar Bupati Cup 2026 Perkuat Solidaritas dan Sportivitas Pegawai Pemkab Bogor

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:06 WIB

Rudy Susmanto Bangga, Panda Pertama Indonesia Lahir di Kabupaten Bogor

Berita Terbaru