Kabupaten Bogor Dipilih Jadi Daerah Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial

- Pewarta

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Babebogor.com – Pemerintah Republik Indonesia akan memperluas program percontohan atau piloting digitalisasi bantuan sosial (bansos) ke 40 kabupaten dan kota pada tahun 2026, salah satunya adalah Kabupaten Bogor. Upaya ini dalam rangka memerangi kemiskinan dan meningkatkan akurasi penyaluran.

Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, dalam sosialisasi piloting digitalisasi bantuan sosial dan peran pemerintah daerah, di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (3/2).

Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal menghadiri acara tersebut. Pemilihan Kabupaten Bogor menjadi daerah piloting, menjadi langkah strategis menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan infrastruktur digital publik atau Digital Public Infrastructure (DPI).

Turut hadir Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sosial, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Menteri PANRB, Kepala BPS RI, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan, dukungan tersebut sangat krusial untuk meminimalkan potensi salah sasaran dalam distribusi bansos. Ia menegaskan, penyaluran bansos yang akurat sejalan dengan visi Ascita keenam, yaitu pemberantasan kemiskinan.

“Kami juga harapkan dukungan kepala daerah meminimalkan potensi salah sasaran dalam penyaluran bansos,” ujarnya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, pemerintah mempercepat digitalisasi bantuan sosial (bansos) sebagai bagian dari transformasi GovTech untuk memastikan penyaluran bantuan semakin tepat sasaran, transparan, dan berbasis data.

“Kalau datanya benar, kita bisa menyusun strategi yang tepat. Kita tidak perlu lagi menebak-nebak atau menutup mata terhadap angka yang sebenarnya,” jelas Luhut.

Baca Juga :  Semarakan HUT Ke-79 Kemerdekaan RI, Media POV Indonesia Adakan Berbagai Perlombaan

Ia menambahkan, digitalisasi bansos akan menjadi game changer dalam tata kelola pemerintahan karena seluruh proses berbasis data dan kecerdasan buatan (AI). Dengan sistem ini, berbagai indikator penting seperti kondisi kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, hingga efektivitas subsidi dapat dipantau secara lebih akurat dan real time.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menerangkan, transformasi bangsa harus diawali dari transformasi data, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Menurut Mensos, bapak Presiden ingin kebijakan berbasis bukti, dari data yang terbuka dan terverifikasi, kita bisa memperbaiki ketepatan sasaran bansos secara signifikan.

“Tidak boleh lagi ada data versi masing-masing. Semua harus satu data. BPS menjadi pengelola data secara ilmiah, sementara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah wajib membantu pemutakhiran,” terangnya.

Ia menuturkan, Presiden telah memberikan arahan tegas agar seluruh kebijakan sosial berbasis data yang akurat atau evidence-based policy. Arahan itu kemudian ditindaklanjuti melalui penerapan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai satu-satunya rujukan nasional, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.

“Kunci dari seluruh proses ini adalah keterbukaan dan kolaborasi lintas sektor, serta meninggalkan ego sektoral, terutama dalam pengelolaan data. Kalau kita mau transformasi bangsa, kita harus berani memulai dari transformasi data,” pungkas Mensos Saifullah Yusuf.

Berita Terkait

Parung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru, Kawasan Modern Terintegrasi di Utara Kabupaten Bogor
Sinkronisasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan Nasional
Pemkab Bogor Dukung Upaya Peningkatan Budaya Literasi Sejak Dini
Domba Tubing, Komunitas Asal Karadenan Ini Bersihkan Sampah dan Tebar Bibit Ikan di Sungai Ciliwung
Bupati Bogor Apresiasi Warga Bojonggede, Konsisten Jaga Warisan Budaya
Pemkab Bogor Percepat Perbaikan Jalan Longsor Cikampak–Gunung Bunder
Rudy Susmanto Adopsi Nilai Kopassus Perkuat Kinerja Pemkab Bogor
Bupati Bogor Terima Penghargaan Kepala Daerah Inovatif Berkat Konsistensi Dorong Perubahan Pembangunan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 20:52 WIB

Parung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru, Kawasan Modern Terintegrasi di Utara Kabupaten Bogor

Senin, 27 April 2026 - 11:51 WIB

Sinkronisasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan Nasional

Minggu, 26 April 2026 - 19:37 WIB

Pemkab Bogor Dukung Upaya Peningkatan Budaya Literasi Sejak Dini

Minggu, 26 April 2026 - 17:10 WIB

Domba Tubing, Komunitas Asal Karadenan Ini Bersihkan Sampah dan Tebar Bibit Ikan di Sungai Ciliwung

Minggu, 26 April 2026 - 16:23 WIB

Bupati Bogor Apresiasi Warga Bojonggede, Konsisten Jaga Warisan Budaya

Sabtu, 25 April 2026 - 17:49 WIB

Rudy Susmanto Adopsi Nilai Kopassus Perkuat Kinerja Pemkab Bogor

Sabtu, 25 April 2026 - 13:33 WIB

Bupati Bogor Terima Penghargaan Kepala Daerah Inovatif Berkat Konsistensi Dorong Perubahan Pembangunan

Jumat, 24 April 2026 - 19:06 WIB

Pemkab Bogor Tata Simpang Pasir Muncang Hingga Simpang Taman Safari, Bangunan Langgar Sempadan Ditertibkan

Berita Terbaru

Berita Bogor

Pemkab Bogor Dukung Upaya Peningkatan Budaya Literasi Sejak Dini

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:37 WIB