Pemkab Bogor dan Kemenhut Perkuat Sinergi Jaga Kawasan Konservasi

- Pewarta

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Babebogor.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Kementerian Kehutanan menegaskan komitmen memperkuat sinergi dalam menjaga kawasan konservasi, khususnya di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), dalam momentum peringatan hari jadinya yang ke-34, di Bumi Perkemahan Sukamantri, Tamansari, Kamis (26/2).

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade Hadir bersama Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Wamenhut RI) Rohmat Marzuki, Camat dan Forkopimcam Tamansari, jajaran Kementerian Kehutanan, Pemkab Bogor, Balai TNGHS, perwakilan masyarakat adat kasepuhan di sekitar kawasan taman nasional, unsur dunia usaha, akademisi, peneliti, serta organisasi / NGO pendamping masyarakat.

Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Wamenhut RI) Rohmat Marzuki menegaskan bahwa TNGHS merupakan hutan tropis pegunungan terbesar di Pulau Jawa dan memiliki nilai strategis secara ekologis maupun ekonomi. Kawasan ini menjadi daerah tangkapan air yang menyuplai kebutuhan jutaan masyarakat di Jawa Barat dan Banten, dengan 115 sungai berhulu dari kawasan tersebut.

“Selain fungsi hidrologis, TNGHS juga menjadi habitat satwa kunci yang dilindungi seperti Elang Jawa, Owa Jawa, dan Macan Tutul Jawa. Nilai konservasinya diakui tidak hanya secara nasional, tetapi juga global,” ujar Rohmat.

Dalam arahannya, Wamenhut menekankan tiga pilar utama pengelolaan kawasan konservasi ke depan, yakni penguatan perlindungan dan penegakan hukum kehutanan, pengembangan kolaborasi multipihak, serta penguatan pendekatan berbasis sains dan partisipasi masyarakat.

“Pemerintah pusat juga menunjukkan komitmen terhadap penertiban praktik ilegal di kawasan hutan melalui penguatan satuan tugas serta peningkatan kapasitas Polisi Kehutanan dengan dukungan teknologi,” ungkap Rohmat.

Ia menambahkan, momentum ini menjadi penegasan bahwa perlindungan kawasan konservasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-79, Pemkab Bogor Adakan Fun Bike Hingga Rekor MURI Ngaliwet Bareng

Sementara itu, Wabup Jaro Ade menyampaikan salam hormat dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, serta apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah selatan Kabupaten Bogor. Menurutnya, keberadaan TNGHS dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki peran vital sebagai penyangga kehidupan.

“Tanpa kawasan konservasi ini, mungkin Bogor dan sekitarnya tidak dapat menikmati kualitas udara dan kesejukan seperti sekarang. Ini adalah benteng ekologis yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia juga menyinggung perlunya pembenahan zonasi kawasan hutan yang di masa lalu masih menyisakan tumpang tindih antara lahan masyarakat dengan peta kawasan konservasi. Ke depan, pembenahan tersebut diharapkan dilakukan secara bertahap dan partisipatif agar tidak menimbulkan konflik sosial.

Pemkab Bogor, lanjutnya, tengah menggencarkan program pembangunan hutan kota sebagai bagian dari visi pembangunan berkelanjutan. Setiap kecamatan ditargetkan memiliki minimal satu hektare hutan kota, disertai gerakan penanaman ribuan pohon di desa-desa.

“Program ini diharapkan dapat bersinergi dengan pengelola kawasan konservasi,” tandas Jaro Ade.

Dengan semangat kolaborasi, Pemkab Bogor dan Kementerian Kehutanan optimistis kawasan konservasi seperti Taman Nasional Gunung Halimun Salak akan tetap menjadi benteng ekologis dan sumber kehidupan bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Bupati Bogor Lantik 21 Pejabat, Perkuat Kinerja Birokrasi dan Pelayanan Publik
Kabupaten Bogor Jadi Fokus Intervensi Pusat untuk Percepatan Eliminasi TBC
Pemkab Bogor Gelar GPM Istimewa, Bantu Warga Akses Sembako Murah dan Berkualitas di Bulan Ramadhan
Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Percepatan Penanganan TBC di Kabupaten Bogor
Jaro Ade Harap Pendampingan BPK Jabar Jaga Kualitas WTP
Rudy Susmanto Tegaskan Pengelolaan BUMD Profesional, Fokus Profit dan Berdampak Bagi Masyarakat
Bupati Bogor Buktikan Komitmen Cegah Korupsi, Gandeng KPK Awasi Sejumlah Proyek Pembangunan
Sekda Ajat Ingin Gerakan Menanam Lahir dari Hati, Bukan Sekadar Program

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:39 WIB

Bupati Bogor Lantik 21 Pejabat, Perkuat Kinerja Birokrasi dan Pelayanan Publik

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:49 WIB

Kabupaten Bogor Jadi Fokus Intervensi Pusat untuk Percepatan Eliminasi TBC

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:36 WIB

Pemkab Bogor dan Kemenhut Perkuat Sinergi Jaga Kawasan Konservasi

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:45 WIB

Pemkab Bogor Gelar GPM Istimewa, Bantu Warga Akses Sembako Murah dan Berkualitas di Bulan Ramadhan

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:35 WIB

Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Percepatan Penanganan TBC di Kabupaten Bogor

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:20 WIB

Rudy Susmanto Tegaskan Pengelolaan BUMD Profesional, Fokus Profit dan Berdampak Bagi Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:52 WIB

Bupati Bogor Buktikan Komitmen Cegah Korupsi, Gandeng KPK Awasi Sejumlah Proyek Pembangunan

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:47 WIB

Sekda Ajat Ingin Gerakan Menanam Lahir dari Hati, Bukan Sekadar Program

Berita Terbaru